BRMP Sulawesi Barat dan Ditjen LIP Tinjau Lokasi Kontruksi Cetak Sawah Di Kab. Mamasa
MAMASA-Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mendapat alokasi lahan seluas ±1000 hektare di Kab. Mamasa untuk program Cetak Sawah Rakyat (CSR) pada tahun 2025. Dari total alokasi tersebut, seluas ±700 hektare SID telah dirampungkan. Pelaksanaan SID dilakukan bersama tim dari Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas) dengan pendampingan dari Dinas Pertanian Mamasa untuk memastikan akuntabilitas. Kontruksi cetak sawah tahap awal rencananya akan dilakukan seluas 600 Ha yang terbagi di 3 kecamatan di Kab. Mamasa yakni Kec. Mamasa, Kec. Tanduk Kalua dan Kec. Sumarorong.
Percepatan pelaksanaan program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dan Optimasi Lahan (Oplah) sebagai upaya mendukung target swasembada pangan nasional, Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) Kementerian Pertanian, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian Sulawesi Barat (BRMP) Kementerian Pertanian, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Prov. Sulawesi Barat serta Dinas Pertanian Kab. Mamasa melakukan peninjauan lokasi konstruksi cetak sawah rakyat (CSR) di Desa Lambanan, Kab. Mamasa didampingi langsung oleh Kepala Desa Lambanan, 24 Oktober 2025.
Peninjauan ini menjadi langkah awal yang krusial untuk memastikan bahwa program cetak sawah dapat berhasil dan memberikan manfaat jangka panjang bagi ketahanan pangan, tanpa merusak lingkungan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan para ahli, diharapkan program ini dapat memberikan kontribusi positif dalam mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan di Sulawesi Barat. Karena itu, Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pertanian Kabupaten segera menyiapkan dokumentasi yang diperlukan, antara lain membuat SK CPCL CSR seluas 600 ha dari 700 ha yang sudah dipoligonkan, mengusulkan nama-nama Tim Swaselola untuk dibuatkan SK oleh KPA Dinas Pertanian Provinsi, serta melakukan koordinasi dengan pihak yang akan melaksanakan kontruksi, dalam hal ini Kodim atau Korem. Kegiatan peninjauan berjalan dengan lancar dan penuh keakraban. Para petani di lokasi kontruksi CSR menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah pusat dan daerah serta jajaran TNI yang telah membantu proses pelaksanaan program cetak sawah rakyat tersebut. Mereka berharap program ini dapat meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan masyarakat Desa Lambanan, Kec. Mamasa, Kab. Mamasa.
Selanjutnya tim juga berkoordinasi bersama Dandim Korem 1428 Mamasa. Dandim menyebutkan telah dilakukan survey kesiapan alat berat untuk program cetak sawah. “Ada kurang lebih 10 alat yang siap digerakkan untuk proses cetak sawah dan siap memobilisasi alat dari area lain jika dibutuhkan untuk mempercepat kegiatan cetak sawah”, ujar Dandim. Ia juga menekankan agar Babinsa terus mendampingi kegiatan CSR ini sampai kelompok tani bisa menikmati hasilnya. Apabila ada kendala dilapangan agar segera dikoordinasikan.
Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi landasan yang kuat bagi terwujudnya program Cetak Sawah 2025, yang tidak hanya akan meningkatkan produksi pangan, namun juga memperkokoh kemandirian pangan di Sulawesi Barat.